Sabtu, 23 Februari 2008

BEDA ANTARA PILKADA DAN PILKADAL


Serunya alam demokrasi yang kebablasan rupanya ditangkap oleh para
oportunis sebagai peluang, ya sebuah ' short cut' untuk mendapatkan
hidup nyaman dengan berbagai fasilitas gratis.
Beberapa waktu lalu seorang teman memberikan sebuah pertanyaan guyonan:
Apa beda Pilkada dan Pilkadal ?.
Kemudian saya menjawab dengan asal-asalan:
' Kalau Pilkada yang kita pilih adalah orang, kalau pilkadal yang kita pilih adalah kadal'.
Jawaban saya salah, ternyata jawaban yang benar menurut dia adalah dalam Pilkada yang kita pilih adalah orang, akan tetapi nanti orang yang sudah terpilih itu pasti pintar ngadalin siapa saja, termasuk yang memilihnya, licin dan licik bagaikan kadal.
Jadi jawaban yang benar adalah: antara pilkada dan pilkadal tidak ada bedanya.

POTRET BURAM PENDIDIKAN

OPERA SABUN AKAN DIMULAI

Ujian Nasional sudah di depan kita, bukan saja para siswa sekolah yang merasa was was, tapi perasaan ini juga sudah menjalar ke para orang tua mereka. Sebetulnya apa sih yang dicari para petinggi negara ini, mengingat mutu pendidikan tidak malah jadi lebih baik dengan adanya UAN . Rupanya sudah menjadi rahasia umum bahwa dilapangan pelaksanaan UAN banyak yang menyimpang dari Prosedur Standar Operasional, penuh dengan akal-akalan. Tidak perlu menuding para guru, siswa, atau siapa saja, ini murni kesalahan para pengambil kebijakan di tingkat elit. Dengan hanya melanggengkan proyek yang hanya dinikmati oleh segelintir orang, kemudian yang di korbankan adalah orang-orang yang tidak berdosa, yang di dalamnya adalah para generasi penerus bangsa. Ibarat opera sabun yang antagonisnya mengalami 'happy ending' Jadi masih perlukah UAN tetap dilaksanakan ?